Ikon Bangkep : Monumen Trikora Jayawijaya

Monumen Trikora Jayawijaya kokoh berdiri di puncak bukit Kota Salakan. Monumen setinggi 17 meter yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 12 Agustus 1995 ini dibangun persis menghadap Teluk Ambelang dan Pulau Bakalan. Di kaki bukit, terdapat prasasti berisi pernyataan terima kasih dari masyarakat Tinangkung kepada Presiden Soeharto. Selain itu, tertulis pula kapal-kapal TNI-AL dan pasukan dari berbagai kesatuan yang dilibatkan dalam operasi militer. Untuk mencapai monumen berbentuk segitiga ini, pengunjung harus menapaki 214 anak tangga. Di sekitar tugu terdapat halaman berteras sebagai tempat mengenang peristiwa pada masa lalu, yaitu sebuah simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya merebut Irian Barat (Papua) dari Belanda.

DSC_9547

Sejarah mencatat bahwa pada Agustus 1962, daerah terpencil dan sepi dari lalu lintas perhubungan laut nusantara ini seketika kedatangan kapal-kapal perang yang makin lama semakin bertambah jumlahnya. Perairan Teluk Bakalan pun dipenuhi sejumlah kapal perang berbagai tipe, kapal selam, dan kapal niaga. Pasukan bersenjata RI sengaja dipusatkan di perairan Teluk Bakalan dalam rangka mempersiapkan pembebasan Irian Barat.

DSC_0006_1

Di bawah pimpinan Mayjen Soeharto, dibentuklah konsentrasi pasukan kekuatan terbesar TNI dalam melaksanakan Operasi Jayawijaya Trikora (Tri Komando Rakyat) yang menjadi bagian dari Komando Mandala. Kota Salakan yang dipilih sebagai pusat konsentrasi pasukan ini menunjukkan bahwa wilayah ini strategis dalam pelaksanaan operasi militer. Sebagai simbol perjuangan, keberadaan Monumen Trikora menjadi ciri khas atau ikon Kota Salakan dan juga Kabupaten Banggai Kepulauan.

Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>