Uniknya Si Cantik Danau Tendetung

Salah satu daya tarik wisata yang populer di Kecamatan Totikum Selatan adalah Danau Tendetung. Terletak di tiga desa, yaitu Desa Peley, Desa Kanali, dan Desa Tobungku. Akses untuk mencapai lokasi cukup menantang, yaitu ± 3 km dari Desa Peley atau 30 menit dengan kendaraan bermotor dan melewati perkebunan dan pematang sawah. Apalagi ketika musim hujan, genangan air dan kondisi tanah yang becek akan menyulitkan pengendara. Nama Tendetung diambil dari nama sejenis rumput yang banyak tumbuh di sana. Danau yang tergolong reservoar (danau di atas bukit) berupa dolinee (seperti runtuhan atap gua) ini terbentuk akibat struktur lipatan. Luas Danau Tendetung mencapai ± 230 ha dan debit airnya mencapai 4.800 liter/detik. Tendetung memiliki fenomena yang unik. Enam bulan ketika musim hujan, airnya surut sehingga tampak seperti lembah dengan sungai berpola meandering. Hal ini diperkirakan karena fenomena estavelle, yaitu sistem hidrologi permukaan danau yang terhubung dengan suatu sungai bawah tanah sehingga kondisi airnya sangat dipengaruhi kondisi aliran sungai bawah tanah dan bergantung pada pola hujan. Sedangkan enam bulan berikutnya di musim kering, airnya pasang dan menjadi danau yang kaya dengan berbagai jenis ikan.

Danau Tendetung Saat Air Surut (Sumber : http://pariwisata-bangkepkab.com)

Danau Tendetung Saat Air Surut (Sumber : http://pariwisata-bangkepkab.com)

DSC_6876
Asal mula Danau Tendetung pun tidak lepas dari cerita rakyat. Masyarakat percaya bahwa adanya Tendetung seperti sekarang ini bermula dari sepasang kekasih yang tidak direstui oleh kedua orang tua dan kemudian mereka melarikan diri dengan menggunakan perahu. Konon, adanya 101 kelokan di sepanjang danau tersebut terbentuk karena perahu yang dipakai mereka tersebut. Menurut Rusli Bailia, salah seorang yang peduli terhadap Danau Tendetung, salah satu larangan di tempat ini adalah membawa ikan dari laut. Konon, ketika ada pengunjung yang datang ke Tendetung dengan membawa ikan dari laut dapat tersambar petir. Sementara itu, Tendetung sedang diperjuangkan agar mendapat sokongan dana dari Pemda untuk pengelolaan lebih lanjut. Salah satu kendalanya, menurut Rusli Bailia, adalah letak danau yang mencakup 3 desa sehingga sempat mengalami perdebatan panjang antar desa tersebut karena masing-masing merasa punya hak dalam pengelolaan. Selain itu, pemahaman masyarakat akan pariwisata pun masih sangat kurang, ditambah kemauan dan komitmen dalam membangun desa juga belum terlihat dari masyarakat.

Bookmark the permalink.

3 Comments

  1. Kapan2 mau juga diajak kesini le… belum sempat main ke danau ini soalnya….

    • Baru lihat komentarnya, kak.. Ahaha, iya, spot wajib ini.. Saya juga masih penasaran kalau de pe air surut..

  2. Cantik danaunya tapi blm pernah kesini hehehe

Tinggalkan Balasan ke idayrost Batalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>